Posted by: jbsitorus | August 28, 2007

Belajar dari Tuna Grahita

Tiga orang tuna grahita (orang yang mengalami keterbelakangan mental) di sebuah SLB, menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Maka oleh Kepala Sekolah SLB tersebut ketiganya (kita sebut saja A, B dan C) dipanggil untuk dites, agar dapat dinyatakan naik kelas. Kepada mereka diberikan pertanyaan yang sama yaitu,  “Jika kamu dikirim ke padang pasir, apa yang akan kamu bawa?”

A: “Saya akan membawa payung, karena di sana pasti panas, jadi saya bisa berteduh di bawah payung tersebut.”

KaSek: “Ya, kamu lulus.”

B: “Saya akan membawa seember air, Pak. Karena kalau saya kehausan saya bisa minum.”

KaSek: “Ya, kamu juga lulus”

C: “Saya akan membawa pintu mobil, Pak!”

KaSek: “Ha…pintu mobil? Untuk apa?”

C: “Karena di sana pasti panas. Jika kepanasan saya buka saja kacanya, sehingga angin bisa masuk.”

KaSek bingung sejenak, lalu berkomentar: “Oh ya…ya..benar juga. Kamu juga lulus.”

Pelajaran yang dapat kita petik dari cerita tersebut:

Tiga orang tuna grahita tersebut dengan keterbatasan yang mereka miliki, mereka masih dapat berpikir, menggunakan akal untuk menjawab pertanyaan kepala sekolah. Jadi kita yang memiliki kelebihan dibanding mereka patut menjadi malu bila tidak menggunakan akal dalam kehidupan sehari-hari. Marilah kita gunakan anugerah Tuhan yang luar biasa di dalam diri kita. Tuhan memberkati.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: