Posted by: jbsitorus | August 28, 2007

Semut kecil

Seekor semut kecil terpisah dari kawanannya karena sangat asyik mencari makan. Berhubung hari telah sore semut tersebut memutuskan untuk pulang sendiri ke sarang mereka di atas sebuah bangunan tua. Untuk sampai ke sarang, semut kecil tersebut harus memanjat tembok yang cukup tinggi. Dia pun memanjat. Akan tetapi baru sepertiga tembok dipanjatnya, hujan turun yang mengakibatkan tembok menjadi licin. Semut kecil itupun terpeleset dan jatuh. Dia memanjat lagi dan terjatuh lagi. Dia berusaha lagi dan jatuh lagi karena tembok semakin licin oleh air hujan.

Hari semakin gelap, tapi semut kecil tak menyerah. Dia berhenti sejenak menunggu hujan reda. Tak lama kemudian hujanpun reda dan tembok kering. Semut memanjat lagi hingga akhirnya berhasil sampai di sarang di atas bangunan tua tersebut. Dia senang karena berhasil tiba di sarang dan bisa berkumpul kembali bersama kawan-kawannya.

Pelajaran yang dapat kita ambil:

Semut kecil dalam cerita tersebut menghadapi tantangan yang begitu berat yaitu licinnya tembok akibat guyuran hujan.  Meski jatuh berkali-kali tetapi semut kecil tersebut tak menyerah. Dia berusaha memanjat dan memanjat lagi. Dia bersabar menunggu hingga hujan reda dan tembok kering. Usaha kerasnya dibarengi kesabaran membuatnya bisa berkumpul kembali bersama kawan-kawannya.

Semoga kita dapat mencontoh semut kecil tersebut. Berusaha terus sekalipun banyak rintangan menghadang. Usaha keras dibarengi kesabaran pasti akan membuahkan hasil.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: