Posted by: jbsitorus | November 23, 2007

Air

Dikisahkan, suatu ketika Allah memanggil raja air. Kemudian Allah memberi tugas kepada raja air agar membawa rakyatnya untuk mengairi suatu wilayah di tengah gurun pasir yang sudah mengalami kekeringan cukup lama. Oase, sebagai sumber air di wilayah itu nyaris kering. Banyak ternak dan tumbuhan telah mati karena kekurangan air. Allah memerintahkan agar raja air beserta rakyatnya untuk pergi ke wilayah itu dan mengairinya, sehingga manusia di sana tidak mati, dan tumbuhan bisa hidup kembali, hewan yang tersisa juga bisa bertahan hidup.

Raja air dengan segala hormat menerima tugas itu. Ia pun kembali dan mengumpulkan rakyatnya. Raja air menjelaskan, “Wahai rakyatku, kita telah mendapat tugas dari Tuhan untuk mengairi wilayah di tengah gurun pasir di sana. Manusia, hewan dan tumbuhan di sana sudah hampir kehabisan persediaan air. Bahkan banyak hewan dan tumbuhan sudah mati. Kita harus segera berangkat sebelum terlambat.” Amanat sang raja air ditanggapi dengan semangat dan antusias oleh rakyat air.

Singkat cerita mereka pergi menuju wilayah yang harus diairi. Mereka mulai turun dari gunung-gunung. Banyak rintangan yang harus mereka hadapi selama perjalanan. Batu-batuan yang menghalagi mereka terjang; bila menghadapi bukit, mereka harus berputar agar dapat melanjutkan perjalanan; saat berhadapan dengan jurang mereka harus terjun. Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, tibalah mereka di tepi gurun pasir. Raja air berkata, “Hai rakyatku, kita sudah melalui perjalanan cukup panjang, dan kita sudah lelah. Di sini kita istirahat dulu sebentar, setelah segar kembali kita akan melanjutkan untuk melewati gurun pasir ini. Setelah yang satu ini kita akan sampai di tujuan kita.” Rakyat air menjawab serentak, “Baik baginda raja!”

Setelah istirahat dirasa cukup, raja air mengajak rakyatnya untuk melanjutkan perjalanan, “Rakyatku semua, rintangan demi rintangan telah kita lewati dan atasi, satu langkah lagi kita akan menunaikan tugas dari Allah. Untuk yang satu ini, karena saya yakin ini cukup berat, kita harus dibagi dalam kelompok atau regu.” Rakyat air pun dibagi dalam 40 regu. Selanjutnya raja air memerintahkan regu 1 & 2 untuk maju dan berjalan lebih dulu. Tapi di luar dugaan mereka, regu 1 & 2 lenyap ditelan pasir. Raja menambah kekuatan, “Sekarang regu 3 sampai 10 maju!” Regu 3 sampai 10 mengalami nasib yang sama, hilang ditelan hamparan pasir yang luas. Raja semakin panik dan memerintahkan regu 11 sampai 20 untuk mencoba menerobos hamparan pasir itu, tapi gelombang ini juga gagal. Raja panik demikianpun rakyatnya yang tinggal 20 regu. Raja bertanya kepada rakyatnya, “bagaimana ini, kita sudah kehilangan 20 regu, artinya setengah kekuatan kita sudah lenyap. Untuk mencari jalan lain atau berputar tidak mungkin, sebab wilayah yang akan kita airi persis di tengah gurun pasir ini. Apa ada saran dari kalian?” Rakyat diam tanpa jawaban, sebab mereka diselimuti kebingungan dan rasa takut untuk menerobos hamparan pasir itu. Akhirnya raja dan raryatnya terdiam cukup lama.

Jauh di atas sana, ternyata sang mentari mengamati kebingungan yang dialami oleh raja air dan rakyatnya. Sang mentari mencoba menyapa, “Hallo raja air, saya lihat kalian bingung, ada apa sebenarnya?” Raja air tersentak dari lamunannya dan menjawab, “Ah..kamu rupanya mentari. Begini, kami mendapat tugas dari Allah untuk mengairi wilayah di tengah padang pasir ini. Rintangan demi rintangan telah kami lalui, tapi untuk yang satu ini kami tidak dapat menerjangnya. Sudah separuh dari anggota kami lenyap ditelan pasir ini. Sekarang kami kehabisan akal dan tak tahu harus bagaimana.”

Sang mentari membalas, “Oh..itu. Saya ikut prihatin atas kejadian yang menimpa anggotamu. Kalau kalian mau, saya dapat membantu, dengan satu syarat, kalian harus mau berubah! Bagaimana setuju?”

Raja air, “Ya kami bersedia. Apapun resikonya kami siap, sebab kami harus menunaikan tugas dari Allah.”

Mentari, “Baiklah kalau begitu. Kalian akan saya panasi agar berubah menjadi uap.” Mentari memanasi air sehingga berubah menjadi uap. Uap tersebut naik ke udara dan membentuk awan. Selanjutnya mentari meminta bantuan angin, “Hai angin tolong kamu hembuskan awan ini persis ke atas wilayah kering di tengah gurun itu, lalu tolong dinginkan agar berubah kembali jadi air.” Angin tanpa banyak tanya langsung memenuhi permintaan mentari. Dia menggeser awan persis di atas wilayah kering, dan mendinginkannya sehingga massa awan itu semakin berat dan akhirnya jatuh dalam bentuk hujan.

Demikianlah akhirnya raja air dan rakyatnya sampai di wilayah kering dan dapat mengairi wilayah itu, sehingga manusia, hewan dan tumbuhan di sana tidak lagi kekurangan air. Raja air berterima kasih kepada mentari dan angin yang telah membantu dia dan rakyatnya dalam penunaian tugas dari Allah.

Makna cerita:

Setiap mahluk, oleh Allah diberi tugas untuk membantu mahluk lain terutama yang lemah dan kesulitan. Dalam pelaksanaan tugas itu, banyak kendala yang kita hadapi. Beberapa kendala mungkin bisa kita hadapi sendiri, tapi kadang ada kendala yang sangat berat dan membuat kita patah semangat dan kehilangan kekuatan. Kendala yang berat itu mau mengingatkan kita bahwa kadang kala kita tidak dapat melaksanakan tugas dari Allah seorang diri. Kita butuh bantuan orang lain. Dengan kata lain, kita perlu bekerja sama sehingga bisa meringankan beban banyak orang. Selain itu, tak jarang dalam pencapaian tugas itu, kita dituntut untuk berubah; dalam artian kita dituntut untuk merubah sikap yang egois, menutup diri atau sok kuat dan mengabaikan bantuan pihak lain. Kita harus lebih terbuka terhadap bantuan orang lain. Perwujudan Kerajaan Allah di dunia ini membutuhkan tangan banyak orang. Kita tidak bisa mewujudkan kerajaan Allah seorang diri.

(Cerita ini adalah cerita dari Kaum Sufi di Timur Tengah)


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: